Tingkat pertumbuhan 5,2 persen tersebut jauh lebih rendah daripada perkiraan para ekonom sebesar 5,6 persen. Melambannya pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan pihak penyusun kebijakan sedang menyempurnakan dasar ekonomi.
Belum lama ini, pemerintah Indonesia berupaya mengontrol defisit transaksi berjalan. Januari lalu, pemerintah pernah mengeluarkan larangan ekspor terhadap produk yang tidak melalui proses pengolahan. Pejabat pemerintah menyatakan, keputusan tersebut mengakibatkan total ekspor berkurang pada triwulan I-2014.
Selama beberapa tahun ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin cepat. Pertumbuhan ini didukung oleh ekspor produk batu-bara dan nikel ke Tiongkok. Namun, seiring melambannya ekonomi Tiongkok, pertumbuhan ekspor Indonesia juga mengalami hambatan, sedangkan impor barang-barang konsumsi tetap menguat, sehingga mengakibatkan peningkatan defisit transaksi berjalan.
Source : http://indonesian.cri.cn/201/2014/05/06/1s147846.htm