Jakarta, GATRAnews - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang juga politisi PKB Mahfud MD mengatakan bahwa koalisi dengan PDI Perjuangan tanpa syarat apa pun. Termasuk tanpa mengajukan namanya sebagai bakal calon wakil presiden (cawapres) bagi Joko Widodo (Jokowi).
Oleh karenanya, ia enggan berandai-andai bahwa dirinya bakal menjadi pendamping Jokowi pada Pemilu Presden (Pilpres), 9 Juli mendatang. Mahfud menilai penyebutan namanya sebagai cawapres berasal dari analisa orang di luar partai yang sumbernya tidak jelas.
"Itu analisis dari orang di luar saja, enggak jelas. Kemarin saya (peringkat) ketiga, kedua terus ke satu, padahal sama saja yang putuskan akhirnya Bu Mega," ujar Mahfud kepada wartawan di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (7/5).
Alumni Universitas Islam Indonesia (UII) ini mengaku tidak tahu dirinya bakal menjadi cawapres. Dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Megawati dan Jokowi jika memang ditunjuk menjadi bakal cawapres Jokowi.
"Cawapres itu akan ditentukan oleh Bu Mega dan Pak Jokowi. Saya sendiri enggak tahu, mungkin itu nanti (keputusan) keduanya," ujar mantan Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid ini.
Sementara itu, hubungan PDI Perjuangan dengan PKB jelang p! ilpres kian mesra. Pekan lalu, sejumlah petinggi PKB ikut dalam rombongan safari politik Jokowi ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Tengah serta Jawa Timur, seperti Marwan Djafar dan Fathan Subhan.
Mahfud MD dijagokan sebagai bakal cawapres Jokowi oleh para tokoh Nahdlatul Ulama di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Salah satu yang mengisyaratkan nama Mahfud berasal dari pengasuh Ponpes Tebu Ireng, Jombang, KH Solahuddin Wahid (Gus Solah).
Ketika Jokowi melakukan safari politik ke Tebu Ireng, Gus Solah menitipkan pesan agar mampu menegakan hukum dan HAM. Jokowi menangkap sinyal tersebut mengarah ke Mahfud MD yang memang sudah malang melintang di dunia hukum Tanah Air. (*/Zak)
Berita Lainnya :
Source : http://www.gatra.com/politik-1/52294-mahfud-md-koalisi-dengan-pdip-tanpa-syarat-cawapres.html