Selasa, 20 Mei 2014 13:01 wib | Dani Jumadil Akhir - Okezone
Ilustrasi (Foto:Okezone) JAKARTA - Sudah menjadi rahasia umum, Indonesia terus melakukan importasi minyak dan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Impor yang tinggi ini membuat neraca perdagangan terganggu.
Banyak cara dilakukan untuk menekan tingginya impor, salah satunya wacana pemerintah dengan menghapus subsidi BBM. Hal ini juga perlu dilakukan agar tidak terjadi defisit APBN akibat tingginya subsidi energi seperti BBM dan listrik.
Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menegaskan, seharusnya pemerintah berani mengambil tindakan yang tegas untuk permasalahan ini yang terus menggrogoti APBN.
"Idealnya ketika pemerintah sudah ada plan untuk menaikkan subsidi maka harus ada master plan terarah dan jelas, sekaligus atau! bertahap, yang penting ada kejelasan," kata Direktur Indef Enny Sri Hartati, di Jakarta, Selasa (20/5/2014).
Kendati demikian, rencana penghapusan subsidi BBM dinilai tidak akan dilakukan pada tahun ini. Karena wacana penghapusan subsidi BBM seharusnya tidak menimbulkan kegusaran di masyarakat.
"Naik-naik, nggak nggak, jangan menimbulkan kehirukpikukan. Belum lagi buruh minta naik upah, ini akan menimbulkan inflasi berlebihan. Setiap kenaikan BBM pasti akan ada kenaikan inflasi berlebihan, ini harus diantisipasi," tegasnya. (rzk)
Source : http://m.okezone.com/read/2014/05/20/19/987418/pemerintah-harus-tegas-hapus-subsidi-bbm