metro view
- 07 Mei 2014 19:15 wib
ANT--Karyawan PT Newmont Nusa Tenggara terancam di PHK
Suryopratomo
Dirut Pemberitaan
RELATED TOPIC
LANGKAH pemerintah untuk membatasi ekspor konsentrat mineral menuai akibat PT Newmont Nusa Tenggara memutuskan untuk menghentikan kegiatan eksploitasi mulai 1 Juni. Sekitar 4.000 karyawan akan dirumahkan karena tidak ada kegiatan yang bisa dilakukan lagi.
Presiden Direktur PT Newmont Nusa Tenggara, Martiono Hadianto mengatakan, langkah merumahkan karyawan tidak bisa dihindarkan. Masallahnya bulan Mei ini tempat penampungan konsentrat sudah penuh dan tidak mungkin lagi menyimpan mineral olahan baru.
Pemerintah memang menjanjikan untuk membuka keran ekspor konsentrat dengan pajak ekspor yang lebih realistis. Namun kebijakan baru itu tidak kunjung dikeluarkan, padahal perusahaan tambang tidak bisa dibiarkan terus menunggu.
Langkah merumahkan karyawan Newmont kemungkinan akan diikuti oleh perusahaan tambang yang lain. PT Freeport Indonesia sudah tidak mampu menanggung beban kerugian yang sejak awal tahun mencapai 7 juta dollar AS per hari at! au sekitar Rp 77 miliar.
Sebenarnya Direksi PT Freeport Indonesia sudah merencanakan untuk merumahkan juga sebagian karyawannya. Namun pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral selalu meminta pihak PT Freeport Indonesia untuk tidak melakukan itu, karena peraturan baru akan dikeluarkan pemerintah.
Kelemahan yang selalu kita sampaikan tentang pemerintah seekarang adalah sikap mereka tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah dengan baik. Sikap para pejabat kita sekarang ini tidak get things done, sehingga semua persoalan akhirnya menggantung.
Padahal dalam bisnis yang diperlukan adalah kepastian. Kalau memang pemerintah benar-benar ingin menerapkan kebijakan hilirisasi, maka harus menanggung segala konsekuensinya. Tetapi kalau pemerintah tidak sanggup untuk menjalankannya. Jangan memberikan janji yang tidak bisa mereka penuhi.
Menyusul kondisi yang menekan dari sektor pertambangan, pemerintah memang menjanjikan untuk melakukan relaksasi. Izin eksp! or konsentrat akan dibuka, namun dalam waktu tiga tahun baik p! emegang kontrak karya maupun izin usaha pertambangan harus membangun pabrik pengolahan mineral.
Kalangan pertambangan tidak pernah keberatan untuk membangun pabrik pengolahan kalau memang bisnis itu feasible. Namun kalau memang tidak layak, maka para pengusaha berpikir dua kali untuk menanamkan modalnya.
Seperti kita sampaikan dalam kolom ini sebelumnya, membangun pabrik pengolahan sangat berbeda antara mineral yang ada di dalam tanah dengan mineral yang ada di dalam batuan. Investasi untuk mineral yang ada di dalam tanah seperti nikel cukup dengan ratusan ribu dollar AS, tetapi untuk untuk mineral dalam batuan seperti tembaga atau emas investasinya mencapai miliar dollar AS.
Perbedaan itu terletak pada bahkan pendukung yang digunakan. Untuk pengolahan mineral dalam batuan harus menggunakan asam sulfat yang berbahaya bagi manusia. Harus dibangun pabrik tambahan untuk menampung limbah dari asam sulfat yang dipakai.
PT Freeport Indonesia bekerja sama d! engan MItsubishi sudah membangun pabrik pengolahan tembaga di Gresik. Namun perusahaan itu tidak memberikan keuntungan dan membuat baik Freeport maupun Mitsubishi mau menambah kapasitas industrinya.
Tentu muncul pertanyaan, apakah kita harus mundur dengan program hilirisasi yang memberikan nilai tambah? Tentunya bukan itu jawabannya. Kita ingin mengingatkan bahwa kebijakan itu harus dirumuskan secara menyeluruh. Tidak bisa kebijakan dibuat dengan kajian yang parsial.
Kita harus ingat bahwa tidak ada kebijakan yang tidak ada risiko. Kalau kita ingin mendapatkan sesuatu yang lebih, pasti ada biaya yang harus dikeluarkan. Tidak ada makan siang yang gratis, there is no such a free lunch.
Untuk itulah selalu dikatakan bahwa kita harus melakukan investasi pada manusia. Kita harus mendidik anak-anak Indonesia agar memiliki pengetahuan. Tidak cukup hanya itu, apabila kita ingin mengoptimalkan sumber daya alam yang dimiliki, maka kita harus mau melakukan riset dan ! pengembangan. Dengan itulah maka nilai tambah itu bisa kita tingkatkan.!
Kalau kita mengembangkan kebijakan berbasis hasil riset yang benar, pasti arah kebijakan pertambangannya akan benar. Ketika sekarang kebijakan itu hanya dibuat berdasarkan asumsi, maka bukan hanya kebijakan tidak kredibel, tetapi mengganggu tatanan bisnis dan ekonomi kita.
(Ich)
Source : http://news.metrotvnews.com/read/2014/05/07/239323/newmont-bersiap-merumahkan-karyawan