TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -- Kobaran api dari Kompleks Pasar Sentral Makassar, Jl HOS Cokroaminoto, hingga pukul 07.30 wita, Kamis (8/5/2014), mulai dijinakkan jawatan dinas pemadam kebakaran kota.
Namun hingga 10 jam usai pantikan api pertama pukul 21.30 wita, Rabu (7/5/2014), asap masih membung dari langit utara kota.
Bahkan dari pantauan Tribun, asap hitam kecoklatan masih terlihat jelas daru selatan kota. Dari Jl Mallengkeri, atau sekutar 600 m dari tugu perbatasan kota Makassar dengan kabupaten Gowa, asap hitam terlihat jelas mewarnai langit cerah pagi ini.
Jarak Tugu perbatasan dengan Komplek Pasar sentral berkisar 5 km, atau 25 menit melalui jalur angkutan umum di selatan kota
Dari foto kiriman warga @pasompe, dari Top floor 12nd, Sebuah hotel bintang 5 di Jl Ratulangi, (1,4 km) dari pasar sentral, kepulan asap bahkan erlihat jelas menutupi komplek pasar modern tertua yang bangun akhir dekade 1960-an.
Belum ada lansiran resmi dari pihak pemerintah kota dan otoritas terkait kerugian material dari kebakaran terbesar pasar di Makassar dalam 20 tahun terakhir.
Komandan Regu Damkar Makassar Sirajuddin, menyebut kebakaran yang terjadi 17 jam sebelum pelantikan wali kota ke-34 ini, terbesar kedua setelah insiden serupa empat tahun lalu, 28 Juni 2011.
"Taksiran kami, ini lebih kecil" katanya kepada Tribun, dinihari tadi.
Kebakaran kedua terjadi 6 november 2013 dan ketiga 13 januari 2014 lalu.
Source : http://www.tribunnews.com/regional/2014/05/08/asap-sisa-kebakaran-penuhi-udara-makassar