JAKARTA, FAJAR -- Bekas Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati sempat cemas ketika mengetahui Penyertaan Modal Sementara (PMS) yang dibutuhkan Bank Century untuk memenuhi Capital Adequacy Ratio (CAR), adalah sebesar Rp 2,776 triliun. Padahal, dari pengajuan pertama oleh Bank Indonesia, dikatakan untuk memenuhi CAR positif 8 persen, dibutuhkan dana sebesar Rp 632 miliar.
"Sri Mulyani agak galau mendengarkan modal untuk menaikan CAR menjadi 8 persen butuh Rp 2,7 miliar dan bukan Rp 632 miliar," kata bekas Direktur LPS, Noor Cahyo, ketika bersaksi untuk terdakwa Budi Mulya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (24/4) malam.
Makanya, kata dia, Sri Mulyani kemudian memerintahkan untuk dibuat garis akuntalibilitas yang jelas. Dalam hal ini, membedakan mana yang merupakan tanggung jawab Bank Indonesia (BI) dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Sri Mulyani selaku Ketua KSSK, kata dia, juga menyampaikan data yang disampaikan BI belum memuaskan sehingga meminta pertanggungjawaban profesional atas keputusan penanganan Bank Century.
Nah, jelas dia, Boediono kemudian menyampaikan bahwa pihak BI akan semakin meningkatkan pengawasan kedepannya terhadap Bank Century.
"Pak Boediono selaku Gubernur BI, memberi tanggapan, bahwa pemerintah telah memutuskan pengambilan Bank Century dan diharapkan tidak mengambil policy lain dan dapat menjadi blunder, berdampak lebih buruk. BI, sesuai dengan proporsinya akan bertanggung jawab penuh atas pengawasan terhadap Bank Century," jelas dia.
Bahkan, Noor mengatakan dalam rapat Boediono berjanji kasus seperti Bank Century tidak akan terulang lagi kedepannya. [RMOL]
Source : http://www.fajar.co.id/nasional/3223218_5712.html