Rabu, 23 April 2014

Buron Pedofilia FBI Ngajar di JIS - Pontianak Post

Ket Photo: Gambar dari JPNN COM

Font size:

JAKARTA – Satu per satu borok Jakarta International School (JIS) terkuak. Yang terbaru, sekolah yang tengah digoyang kasus sodomi murid taman kanak-kanak (TK) usia 6 tahun tersebut pernah mempekerjakan buron FBI bernama William James Vahey sebagai tenaga pengajar. Vahey diketahuimenjadi buron biro penyidik federal AS itu terkait kasus pedofilia di sana.

Ihwal temuan yang mengejutkan itu diungkapkan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorum Niam Soleh kemarin (23/4). Asrorum mengaku mendapat laporan testimoni bahwa di JIS pernah ada guru berkewarganegaraan AS bernama William James Vahey.Dari penelusuran di situs resmi milik FBI, www.FBI.gov, Vahey diketahui tercatat menjadi pengajar di JIS selama sepuluh tahun, yakni pada 1992 hingga 2002. JIS merupakan sekolah yang kali kesekian dimasuki Vahey untuk bersembunyi sekaligus mencari mangsa bocah.
Vahey sendiri menjadi buron karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak. Korban William diduga mencapai 90 orang. Selain di Indonesia, dia terlacak menjadi pengajar di banyak negara, seperti Nikaragua, Inggris, Venezuela, Iran, Arab Saudi, Yunani, Lebanon, dan Spanyol.Bagaimana respons JIS? Juru Bicara JIS Daniarti Wusono mengakui, sudah mendengar perihal adanya buron FBI yang pernah bekerja di sekolahnya. "Sudah mendengar dan menerima perta! nyaan-pertanyaan soal itu," ujar Dani.
Meski mengaku sudah mendengar soal Vahey, Dani mengatakan, dirinya belum bisa memberikan tanggapan secara lengkap. "Kami tengah menyiapkan keterangan terkait hal itu," ujarnya. Tentang buron FBI di JIS tersebut, Kepala Divisi Hubungan Internasional (Kadivhubinter) Polri Irjen (Pol) Sugeng Priyanto mengatakan bahwa Polri tidak mengetahui keberadaan Vahey di Indonesia serta status buron yang melekat padanya. Alasannya, Vahey tidak tercatat di daftar pencarian orang (DPO) di Interpol, baik di luar negeri maupun Indonesia.    "Tidak tahu ada buron FBI di Indonesia karena tidak ada di catatan Interpol," kata Sugeng kepada Jawa Pos kemarin (23/4).
Sugeng menjelaskan, terkait keberadaan Vahey selama satu dekade di Indonesia, FBI tidak pernah menjalin komunikasi, baik dengan Polri maupun Interpol. "Jadi, dia itu kan buron AS. Kalau FBI tidak mengirim data tentang Vahey ke interpol, kami juga tidak tahu," sesalnya.Dia m! enjelaskan, pihaknya selalu menaati mekanisme permohonan penca! rian buron internasional dalam wadah interpol. "Jadi, mekanismenya kalau FBI mengirim surat ke kami, kami langsung menyampaikannya ke interpol," ucapnya.
Hal senada diungkapkan Kadivhumas Polri Irjen (Pol) Ronny F. Sompie. Dia mengatakan, FBI tidak pernah meminta bantuan Polri maupun interpol terkait buron tersebut.Dia menjelaskan, langkah selanjutnya     yang diambil adalah mencari tahu perilaku Vahey selama mengajar di JIS. "Yang tama sekarang adalah mengetahui tindakan tersangka. Apakah ada korban selama dia mengajar di JIS atau tidak. Ini menjadi acuan bagi Polri untuk mengungkap kasusnya di Indonesia," terangnya.
Kendati demikian, Ronny mengatakan tidak dapat berbuat lebih untuk mengusut keberadaan Vahey selama sepuluh tahun di Indonesia. "Dia kan sudah meninggal. Jadi, berdasar pasal 109 KUHP kasus-kasus yang pelakunya sudah meninggal tidak bisa dilanjutkan," ujar Ronny.Pernyataan Ronny tersebut didukung data yang dilansir di situs FBI. Biro in! vestigasi tersebut mengungkapkan bahwa Vahey tewas dengan jalan bunuh diri ketika digerebek FBI di Minnesota, AS, pada 21 Maret 2014.Dia juga menyatakan tidak mau tergesa-gesa mengambil langkah dengan melakukan investigasi kepada pihak JIS. "Kami tidak mau dianggap mencari-cari kesalahan. Itu juga menjadi hal yang tidak baik bagi Polri," ujarnya. (dod/c2/kim)

Source : http://www.pontianakpost.com/nasional/14693-buron-pedofilia-fbi-ngajar-di-jis.html