Selasa, 22 April 2014

Survei: Ketimbang Koalisi, Masyarakat Ingin Capres Bicara Program - skalanews

Skalanews - Hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyebut bahwa mayoritas masyarakat Indonesia berharap agar para bakal calon presiden (Capres) yang akan bertarung di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014, berbicara tentang program-programnya.

Peneliti LSI, Ardian Sopa menjelaskan persentase responden dari survei yang menyatakan hal tersebut sebanyak 65,70 persen. Para responden, lebih menginginkan hal tersebut ketimbang berbicara soal mitra koalisi atau menteri-menteri yang akan ditempatkan di kabinet.

"Yang ingin Capres berbicara soal mitra koalisi hanya sebesar 17,25 persen. Yang ingin Capres bicara nama-nama menteri sebanyak 8,70 persen," kata Ardian saat merilis hasil survei itu di Kantor LSI, Jalan Pemuda Nomor 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (22/4).

Sementara itu, tambah Ardian, responden yang menyatakan tidak tahu a! tau tidak menjawab sebanyak 8,35 persen. Dan program-program utama yang ingin didengar oleh publik dari para Capres tersebut, tambah Ardian, ada sebanyak tiga program.

"Program yang pertama yang ingin didengar oleh masyarakat Indonesia, yakni program untuk membangun pemerintahan yang kuat. Aspek ini berkutat pada isu stabilitas pemerintahan, kepemimpinan, dan law enforcement (penegakan hukum)," katanya menuturkan.

Masyarakat, jelas Ardian, ingin pemerintahan RI yang baru di 2014 ini didukung secara solid oleh anggota kabinet dan parlemen secara mayoritas, sehingga dapat meminimalisir kegaduhan politik yang sering muncul di masa pemerintahan yang sebelumnya periode 2009-2014.

"Program yang kedua, yakni terkait dengan percepatan kesejahteraan rakyat. Antara lain seperti dalam mengatasi kemiskinan, mengurangi pengangguran, menambah lapangan pekerjaan, dan mengatasi inflasi yang menyebabkan naiknya harga-harga kebutuhan pokok," kata dia.

Dan program yang! ketiga yang ingin didengar oleh mayoritas masyarakat dari par! a Capres 2014 tersebut, lanjut Ardian, yakni terkait dengan penanganan kasus-kasus diskriminasi, serta menjaga keberagaman dan kerukunan di Indonesia.

Untuk diketahui, survei ini dilakukan dari tanggal 15 – 18 April 2014 dengan metode multistage random sampling. Survei terbaru dari LSI ini dilakukan terhadap 1.200 responden yang tersebar di 33 provinsi yang ada di Indonesia.

Survei ini dilengkapi dengan penelitian kualitatif dan metode analisis media, focus group discussion (FGD), dan ini depth interview. Ardian menyatakan, survei ini memakai perangkat smartphone LSI, dengan margin of error sebesar 2,9 persen. (Risman Afrianda/bus)

Source : http://skalanews.com/berita/detail/174971/Survei-Ketimbang-Koalisi-Masyarakat-Ingin-Capres-Bicara-Program